Scraps In Scraps Out

This is my Blog. There are many like it but this one is mine. My Blog is my best friend. It is my life. I must master it as I must master my life. Without me my Blog is useless. Without my Blog, I am useless (Jarhead)

Thursday, November 02, 2006

Nobel Untuk Indonesia

Indonesia harusnya bisa dapet Nobel matematika berkali-kali karena ternyata kita punya banyak ahli matematika yang jenius dalam berhitung. Jangan kaget kalo ahli2 matematika jenius itu bukan dari ITB, UI, ITS atau STTTelkom (untuk kampus yang gak disebut jangan tersinggung ^_^) melainkan di pengadilan, kejaksaan dan kepolisian : dengan kata lain seluruh instrumen hukum di Negara ini. Ada orang yang divonis 15 tahun untuk pembunuhan sadis yang amat sangat terencana, nyimpen amunisi, kabur beberapa kali (did i mention corruption yet ?) dan bisa bebas hanya dalam waktu gak kurang dari 5 tahun kemudian (ini diluar fasilitas2 mewah yang dia dapat di penjara, yang tentu saja berlipat2 lebih mewah dari kamar hall gue, et list toilet gak sharing T_T). Entah postulat, rumus, integral, hipotesa atau teori dari mana penjara 15 tahun akhirnya bisa kalkulasikan dengan 'rumus rumit' yang hanya mereka tau dan menghasilkan 5 tahun saja (meski pun penjelasan di detik masuk akal). Gue yakin mereka memang pintar betul, harusnya rumus perhitungan mereka diterbitkan di jurnal2 MIT, Cambridge, NTU atau University of Manchester (untuk kampus yang gak disebut jangan tersinggung ^_^) supaya Indonesia Indonesia bisa diperhitungkan untuk dapet nobel matematika tahun depan.

Atau jangan2 gue yang sarkastis lagi ? kalau ternyata mereka emang gak punya teori Matematika khusus apa2 ? kalau ternyata memang hanya karena mereka yang terlalu bodoh dalam matematika sederhana semacam berhitung 2001 + 15 = 2016 bukannya 2001 + 15 = 2006. Hmmmm jangan2 iya ya mereka bener2 ngeblank dalam matematika, soalnya adek gue yang masih SD kelas 6 juga ketawa ngakak guling-guling pas gue tanya : "za rheza iso ra nek 2001 ditambah 15 dadi 2006 ?". Kalo emang bener hakim2 disini ternyata (maaf) dongok2 untuk matematika mudah semacam itu maka perlu dipertimbangkan lagi apa masih perlu fakultas hukum disini ? Bukannya mendingan bikin fakultas matematika aja untuk yang mau masuk fakultas hukum ? biar hakim2 dan jaksa2 kita nanti bisa bermatematika secara lebih baik dan benar, minimal untuk hitungan2 standard seperti diatas tadi. Gak perlu latian berat2 ngerjain LKS atau soal2 kok untuk bisa bikin hakim2 dan jaksa2 tadi bisa pintar matematika, cukup ditulis dijidad mereka jelas-jelas dengan spidol merah setiap hari :

"BAGAIMANA RASANYA KALAU KEPALA BAPAKMU DITEMBAK ORANG ?"


Labels:

8 Comments:

Blogger ~dhia~ said...

Atau jangan2 hakimnya pake aplikasi bikinan salah satu universitas yang tak tersebut namanya di atas ;))

Begindanglah dampak bikin aplikasi yang gak pake testing dulu, algoritma dalemnya ngaco!!! xixixi

5:51 PM  
Blogger Dhee said...

Ha..ha...sebelum gw klik ke link yg ditaruh di kata bebas, gw dah bisa tahu siapakah orang yang dimaksud...Si Bento..kata Iwan Fals...
Nambahin dhia neeh...Gak apa-apa aplikasinya ancur n ngaco, yang penting 'Mahal'...he..he...

9:56 PM  
Anonymous Anonymous said...

Masak sih udah tau siapa yang dimaksud ? salah orang kali...:-p.

Ikutin track-nya di detik deh udah banyak selebritis2 yang 'sungkeman' datang ke rumahnya, kirim2 bunga, sukuran segala (?!)

Hei hei, temen sih temen, di kala susah dan di kala senang. Tapi dia masuk penjara bukan karena narkoba atau korupsi melainkan nembak mati suami dan ayah dari seseorang, dan untuk itu hanya 5 tahun aja ?

Hmmmmm kita memang bangsa cinta damai yang pengasih dan penyayang...:-(

10:56 PM  
Blogger nYam said...

kan konon katanya qisash itu boleh, tapi bagusan lagi kalo memaafkan. jadi Incoruptnesia ini juga milih yang bagusan dong...

piye riyayan ning Manchester? maaf lahir batin yaaa.....

11:56 PM  
Anonymous Anonymous said...

Hmmmm...iya sih bener saling memaafkan itu bagus tapi lebih bagus lagi kalo saling memaafkan setelah bisa merasakan perasaan yang sama (keukeuh lagi emosi soalnya)

Lebaran di Manchester ? 'syahdu' karena jam 7 pagi bule2 masih pada tidur cuman ya gitu d....>_<

2:43 AM  
Blogger mel@ said...

yah lumayan lah... masih lebih bagus 5 tahun... daripada malah dihukum bebas...
lagian juga... mau 5 tahun mau 10 tahun... kayaknya kalo orang gedean ga ngaruh deh dipenjaranya... udah full fasilitas... bisa dikunjungi istri... malah jangan-jangan... sebenernya dia udah jalan-jalan lagi ke LN selama di penjara...
sekarang mah kali cuma pengesahan status bebas aja... ^_^v

7:06 PM  
Anonymous Anonymous said...

no komen

11:47 PM  
Blogger the i.d.E.p said...

Lho bukan 'salah bapak itu' dung mel..

Makanya supaya hakim2 en jaksa2 bisa berhitung dengan benar mungkin harus juga ngerasain 'GIMANA RASANYA KALAU KEPALA BAPAK-MU DITEMBAK ORANG ?'

Hopefully they can make a more fair judgement....

3:24 PM  

Post a Comment

<< Home