Scraps In Scraps Out

This is my Blog. There are many like it but this one is mine. My Blog is my best friend. It is my life. I must master it as I must master my life. Without me my Blog is useless. Without my Blog, I am useless (Jarhead)

Thursday, August 31, 2006

Blink 182 Is a National Band

Kalo seandainya Deffarmen Mehan itu adalah sebuah negara republik maka Blink 182 adalah band yang personilnya terdiri dari WR. Supratman, Ismail Marzuki, dan Koesbini. Maksudku ngene, Blink 182 - se mainstream apapun mereka sekarang - adalah band yang hampir semua lagu2nya begitu memorable di otak gw. Lagu2 mereka itu layaknya udah jadi lagu kebangsaan, mars perjuangan ataupun hymne. Yakin, pasti lo juga punya lagu2 yang kayak gitu deh : lagu2 yang pernah sliwar sliwer lo dengerin pada suatu periode tertentu sehingga akhirnya setiap kali lo denger lagu itu kembali pasti jadi inget masa2 itu. Bukan karena makna liriknya, tapi lebih ke nada2nya yang secara repetitif jadi nempel di otak berbarengan dengan peristiwa2 pada periode itu. Jadi lah lagu2 itu mewakili peristiwa2 itu semua, tapi gak harus lagu mellow kok, sekali lagi ini semua bukan karena lirik tapi memory lo (ex : album Mata Dewa Iwan adalah album sunat gw, NKOTB adalah lagu jaman kelas V SD, Isabela adalah lagu pindahan dari Jakarta ke Gunungkidul).

Kisah Blink 182 dimulai sejak dari pas SMA dulu, gw anggap itu adalah masa lagu2 Blink 182 sebagai lagu perjuangan. Dammit gw puter berkali2, gw rewind2 gak bosen2 secara MP3 belum gw kenal n masih jamannya tape deck. Intro Dammit yang melodic selalu bisa bikin gw lupa kalo semua telpon2 gw ke ibu itu baru aja ’explicit rejected successfully’ T_T. Juga ngingetin saat packing, caving, trekking sebagai kedok buat ngintilin si ibu itu yang masih jadi freshmen PHC (Unit Hiking di SMA 3 Jogja). Trus kalau album Enema of The State, Adam Song yang agaj emo jadi lagu hymne, gw puter bolak-balik (masih tetep deck karena meskipun MP3 udah umum tapi kebanyakan baru lagu2 top 40 aja), bisa menjadi hymne karena pada masa itu gw udah mulai bisa buat chit-chat yang sedikit nyambung (dengan ibu itu). Take Off Your Pants jadi album ’kemerdekaan’, single First Date, Rollercoaster dan hampir semua lagu di album itu adalah OST ’in name of GOD i am accepted’ gw, itu lah kenapa gw bilang album Kemerdekaan. Sedangkan Selftitled jadi sekumpulan lagu pembangunan, masa2 berjaye, padu, mbojo, did some trick dsb. Katro kah ?! pasti iya ! abis gimana, karena setiap kali Blink 182 ngeluarin album maka setiap kali itu pula lagu2 mereka bakal gw bolak-balik balik-bolak gak bosen2nya. Jadi mungkin nanti pas kakek2 lagu Evergreen gw bakalan bukannya Daniel Bedingfield, Blackstreet tapi justru sebuah band melodic punk (oya selain Blink, Ramones juga termasuk).

Maka dari itu pas Blink 182 bubar dan bikin last single Not Now gw agak gimana juga (lalu lahirlah Si Pelupa). Apalagi pas liat videoklip Not Now yang isinya potongan2 semua videoklip mereka. Tiba2 aja gw flashback hebat karena semua lagu2 dan videoklip Blink 182 itu nempel senempel2nya dengan ’periode2 itu’ (sigh !)...


...
Come here please hold my hand for now,
Help me i’m scared please show me how to fight This
God has a master plan and I guess
I am in his demand
...

(Not Now, Blink 182 – Greatest Hits)


Labels:

4 Comments:

Blogger ~dhia~ said...

wah... mudik2 postingannya kok ttng nostalgia.. Kangen yaa sama si ibu itu?? ;)

2:10 AM  
Blogger the i.d.E.p said...

Huhuhuhu bukan gitu dhi... abis Blink pake bubar segala, yah meski AVA juga keren sih tapi ya mbok gak usah bubar, ntar gak ada lagi dung band kebangsaan saya (used to)...:-)

7:12 PM  
Anonymous m34 said...

huhuhu,,,,
gw juga sedih "sesedih-sedihhnya" wktu gw denger kl mereka dah pd bubaran..:( pa lagi gw twx belakangan,,
kapan ya..mereka 'bersatu' kembalee??

...'i will be right here waitin'...

1:05 AM  
Anonymous Anonymous said...

Iya tuh, Mae...

bahkan single terkahir mereka pun masih sangat2 enak dan udah mature gak kayak melodic kacangan follower yang menjamur sekarang ini, modal sneaker dan celana skate udah segitu aja dengan melodic2 std...

Tapi ada hikmahnya kok, mereka bubar pada saat di puncak, much beter dari pada jadi the next Limp Bizkit atau Guns n Roses...(meski mereka punya chance untuk bisa jadi Rolling Stone yang living legend sampe sekarang)...

...'God has a master plan and I guess
I am in his demand'...



Salam

10:51 AM  

Post a Comment

<< Home